Dinas Dikpora Maluku Gelar 5 Kegiatan Strategis

Dinas Dikpora Maluku Gelar 5 Kegiatan Strategis

Dinas Dikpora Maluku Gelar 5 Kegiatan Strategis

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Provinsi Maluku menggelar 5 kegiatan

strategis yang di buka oleh Sekretaris Drs. Hadi Sulaiman, M.Si mewakili Kepala Dinas Dikpora Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si bertempat di hotel Amans Selasa (7/10/2014).

Dalam sambutannya Hadi Sulaiman katakana, 5 kegiatan strategis yang dilaksanakan sekaligus yakni : (1).Rakor BOS tahap kedua dengan tujuan memberikan pemahaman dan sinkronisasi tentang persepsi pengelolaan BOS di sekolah sekaligus evaluasinya, agar sesuai dengan tujuan penyalurannya.
(2). Rakor DAK bertujuan, melakuan koordinasi dalam persiapan program, Dana Alokasi Kusus (DAK) bidang pendidikan khusus SMP tahun 2014, sekaligus menyiapkan visi dan misi serta mekanisme yang tepat dalam rangka pelaksanaan DAK 2014.

(3). Pelatihan penulisan jurnalistik dengan tujuan mengembangkan kreasi dan kreativitas siswa

dalam menulis dan mengembangkan berita, di kalangan sekolah sekaligus persamaan persepsi tentang kegiatan jurnalistik dan pengelolaannya khusus di SMP.
(4). Pelatihan OSIS, LDK dan Motivasi Spritualitas bertujuan, untuk memperkenalkan pengetahuan dan kemampuan tentang manajemen organisasi sekolah serta dasar-dasar kepemimpinan dan pengendalian emosi, spiritual bagi siswa di sekolah, yang mana selanjutnya mereka dapat menggunakannya dalam berbagai proses di sekolah dan
(5). Pelatihan Pramuka dan PMR bertujuan, untuk menumbuhkembangkan anak-anak Indonesia khususnya pada jenjang SMP di Provinsi Maluku, yang nantinya dapat mendukung program implementasi kurikulum 2013.

Menurutnya, khusus untuk tata kelola BOS dijenjang SMP dalam tahun 2015 nanti mengalami peningkatan, dimana daya serap untuk pendidikan SMP semakin terbuka karenanya pengelolaan dana BOS sebagai basis dalam memberitakaan pelayanan pendidikan dan akses, harus benar-benar dikelola secara baik.

 

Belajar dari berbagai pengalaman yang terjadi di Provinsi lainnya dalam menyalahgunakan

dana BOS sehingga banyak yang berurusan dengan proses hukum, karena tatakelola yang tidak melalui prosedur dan SOP yang sudah ditentukan, sehingga akuntabilitasnya tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Untuk itu Rakor dana BOS jenjang SMP ini mengisyaratkan, agar semua pengelola dana BOS baik itu Kepala Sekolah, Bendahara, termasuk operatornya, harus mengerti dan memahami bahwa dana BOS sangat menunjang keberhasilan pendidikan disekolah dan bukan bagian dari penghasilan tambahan, dengan begitu ada komitmen moral yang sungguh untuk menyusun, menggunakan, sampai kepada menyediakan bukti fisik, perencanaan, termasuk pertanggung jawab laporan, benar-benar terukur, “tandas Hadi Sulaiman.

Sementara itu Ketua panitia Fence Mandaku, S.Pd. M.Si melaporkan, peserta yang mengikuti 5 kegiatan ini berasal dari 11 kabupaten/kota berjumlah 318 orang, terdiri dari peserta Rakor BOS, 22 orang, yaitu pengelola dan operator dapodik dan peserta Rakor DAK sebanyak 11 orang sebgai pengelola.

Sedangkan peserta pelatihan penulisan jurnalistik dari 27 SMP se-Maluku terdiri dari guru dan siswa, sebanyak 135 orang yaitu guru 54 dan siswa 81 orang. Peserta pelatihan OSIS /LDK, serta Motivasi Spiritual dari 15 SMP se Maluku berjumlah 75 orang terdiri dari guru 30 dan siswa 45 orang.

Untuk pelatihan Pramuka dan PMR dari 15 SMP se-Maluku sebanyak 75 orang terdiri dari guru 30 dan siswa 45 orang, sehingga jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti 5 kegiatan ini sebanyak 318 orang dari 11 kabupaten/kota se-Maluku.

Dijelaskan, 5 kegiatan ini didasari pada SK Kadis Dikpora Provinsi Maluku Nomor 420/ 365, tanggal 22 September 2014, dan juga DIPA kepastian layanan pendidikan SMP Provinsi Maluku tahun 2014.(TM04)

 

Sumber :

https://samarindatv.co.id/sejarah-danau-toba/