DPRD Setuju Sepekan 24 Jam Guru Mengajar

DPRD Setuju Sepekan 24 Jam Guru Mengajar

DPRD Setuju Sepekan 24 Jam Guru Mengajar

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Disdik Jabar) telah mengeluarkan surat edaran bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan SMA, SMK, dan SLB tetang jam mengajar guru. Berdasarkan surat bernomor 424 / 3082 – Set.Disdik yang ditandatangani Kadisdik Jabar  Ahmad Hadadi, Rabu (24/1/2018), merupakan tindaklanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

TERKAIT hal tersebut, saat dimintai tanggapanya Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menilai, 24 jam tatap muka guru PNS SMA, SMK dan SLB setiap minggunya bisa disebut sudah memenuhi beban kerja yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengatakan, maka harus dilihat guru tersebut juga harus melakukan perencanaan

pembelajaran dan bimbingannya. Menurutnya, hal itu harus dihitung sebagai persyaratan guna memenuhi beban kerja PNS.

Dikatakan wakil rakyat  yang membidangi Kesra ini, 24 jam tatap muka itu tidak berarti guru belum memenuhi kewajiban minimal beban kerja karena sesungguhnya kalau kita lihat hitungan 24 jam tatap muk.

“Harus dihitung juga perencanaan dia, yaitu perencanaan pembelajaran

dan bimbingannya,” jelas legislator daerah pemilihan Majalengka-Sumedang-Subang ini  kepada wartawan di Bandung, Senin (12/2/2018).

Kemudian, kata dia, harus dihitung juga guru tersebut ketika melakukan penilaian atas hasil belajar anak didiknya. Lalu, berapa jam waktu yang dihabiskan guru untuk melakukan konseling, bimbingan dan evaluasi.

“Selain semuanya harus dihitung secara adil. Jangan sampai guru yang termasuk PNS dianggap

belum memenuhi kewajiban beban kerja ketika hanya melaksanakan tatap muka 24 jam setiap pekan,”tuturnya.

Ditambahkan Untung, jadi kalau beban kerja PNS termasuk guru, ASN sebanyak 40 jam, jangan kemudian guru yang hanya mengajar 24 jam itu dianggap belum memenuhi kewajiban 40 jam dikurangi istirahat menjadi 37,5 jam, jelas alumni Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/