Edukasi Kognitif demi Masa Depan Digital

Edukasi Kognitif demi Masa Depan Digital

Edukasi Kognitif demi Masa Depan Digital

PERTUMBUHAN digital, inovasi, dan disrupsi di setiap aspek kehidupan manusia belakangan ini tidak bisa dihindari. Ada pihak yang melihatnya sebagai ancaman, tapi juga ada yang menganggapnya sebuah peluang. Semua bergantung pada kesiapan setiap individu dalam menghadapi pesatnya kemajuan dunia digital.

Ada berbagai cara menjaring peluang di era digital tersebut.

Salah satunya mempersiapkan diri melalui pendidikan dengan mempelajari pelajaran yang memiliki korelasi, seperti big data dan Komputasi Kognitif.

Temuan IBM yang bertajuk Cognitive Advantage Global Market Report mengungkapkan komputasi kognitif terbukti menjadi salah satu kunci pembeda bagi organisasi. Apakah organisasi itu telah memanfaatkan kemampuan komputasi kognitif untuk mengakselerasi hasil bisnis mereka, mulai peningkatan interaksi pelanggan, peningkatan produktivitas, dan efisiensi, sampai pertumbuhan bisnis yang lebih cepat. Dalam laporan itu juga diungkapkan pemanfaatan komputasi kognitif membuat pertumbuhan pasar akan meningkat dari US$2,5 miliar pada 2014 akan menjadi US$12,5 miliar pada 2019. Selain itu dua tahun ke depan diprediksi setengah dari seluruh konsumen (dunia) akan berinteraksi dengan teknologi komputasi kognitif.

“Sistem komputasi kognitif merupakan era baru komputasi

dan kita telah melihat meningkatnya tuntutan akan teknologi komputasi kognitif di berbagai industri. Setiap profesi yang tengah disiapkan para pelajar akan ditransformasi big data dan sistem-sistem kognitif,” ungkap Country Manager Global Business Partner, IBM Indonesia Novan Adian, dalam acara press briefing di Universitas Indonesia (UI), Depok, awal bulan ini.

IBM Indonesia bekerja sama selama lima tahun dengan UI menjawab

tantangan dunia digital itu, dengan cara membentuk mata kuliah big data dan komputer kognitif di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI).

 

sumber :

https://apkmod.co.id/