Launching Jurnal Fajar ’45

Launching Jurnal Fajar ’45

Launching Jurnal Fajar ’45

Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam

’45 Bekasi, jurnal fajar ’45 manajemen pendidikan Islam. Seperti apa?

Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi praktisi pendidikan islam, Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam ’45 Bekasi menerbitkan jurnal fajar ’45  manajemen pendidikan Islam.

Louncing tersebut dibarengi dengan Seminar Nasional ‘Peningkatan Profesionalisme Melalui Kepemimpinan Pendidikan’ di aula gedung Pascasarjana Unisma Bekasi, Bekasi Timur, belum lama ini.

Penanggung Jawab acara, Diyah Yuli Sugiarti menyatakan hadirnya Jurnal Fajar 45

sebagai upaya memunculkan budaya kondusif untuk pengembangan diri masing-masing praktisi pendidikan dan prodi MMPI sendiri.

Selain itu, di era ini, kata Diyah, semua berlomba-lomba mengedepankan teknologi informasi (IT). Oleh karena itu tantangan di dunia pendidikan juga semakin berat.

“Saat ini kita sedang memasuki era globalisasi. Perubahan demikian pesat. kemajuan IT juga demikian. Maka saat ini pendidikan dituntut relevan, beradaptasi, meningkat dan terus berkembang. Kita harus berubah. Tidak layak kita berada di zona aman. Menghadapi kondisi kekinian,  Salah satu cara adalah bekerja sama dan berkolaborasi antar instansi kekinian. Ini salah satu langkah MMPI melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan para mahasiswa. Dengan kerjasama inilah kita hadirkan Jurnal Fajar 45,” ujarnya.

Tujuan penerbitan Jurnal Fajar 45 ini adalah agar para praktisi pendidikan terutama praktisi

pendidikan Islam agar berperan aktif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan sesuai kompetensi dan keilmuan.

Para reviewer sendiri antara lain Diyah Yuli Sugiarti, Yayat Suharyat, Soeparno Eko Widodo  (UNJ), Rhini Fatmasari (TU), Marislinda Idris    (STIP-AN) dan Baharuddin (Unmuh Makasar). Diyah mengapresiasi kerjasama dan kolaborasi antara Prodi dengan tim jurnal serta mahasiswa Prodi MMPI.

Pihaknya juga sudah berencana menghadirkan jurnal online di bidang manajemen pendidikan dengan terlebih dahulu menyiapkan sumber daya yang melek IT.“Mudah-mudahan ini akan menambah wacana dan semangat kita,” tutupnya.

 

Baca Juga :