Penetapan risiko oleh managemen

Penetapan risiko oleh managemen

Penetapan risiko oleh managemen
Penetapan risiko oleh managemen

Penetapan risiko oleh managemen
Managemen menetapkan risiko sebagai bagian dari desain dan operasi struktur pengendalian intern, untuk meminimalkan salah saji dan ketidakberesan. Auditor menetapkan risiko untuk memutuskan bahan bukti yang dibutuhkan dalam audit. Jika managemen secara efektif menilai dan bereaksi terhadap risiko, auditor biasanya mengumpulkan lebih sedikit bahan bukti.

7. Sistem akuntansi
Kegunaaan sistem akuntansi adalah untuk mengidentifikasikan, menggabungkan, mengklasifikasikan, menganalisa, mencatat dan melaporkan transaksi, dan untuk mengelola akuntabilitas atas aktiva terkait.

8. Prosedur pengendalian (control activities)
a. Pemisahan tugas yang cukup

b. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas

c. Dokumen dan catatan yang memadai

d. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan

e. Pengecekan independen atas pelaksanaan.

9. Pemantauan (monitoring) merupakan penilaian efektifitas rancangan dan operasi struktur pengendalian intern secara periodik dan terus menerus oleh manajemen.
10. Pentingnya memahami struktur pengendalian intern untuk perencanaan audit.

a. Auditability : yaitu mendapat informasi yang cukup memuaskan mengenai integritas managemen dan sifat dan luas catatan akuntansi.

b. Potensi salah saji yang material, dengan mengidentifikasi jenis kekeliruan dan ketidakberesan yang potensial.

c. Risiko penemuan yaitu menetapkan risiko pengendalian bagi setiap tujuan pengendalian, yang selanjutnya mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan.

d. Perancangan pengujian yaitu memungkinkan auditor untuk merancang pengujian saldo laporan keuangan yang efektif.

11. Pemahaman struktur pengendalian intern untuk rancangan dan operasi

a. Rancangan berbagai kebijakan dan prosedur dalam masing-masing elemen SPI.

b. Operasi dari elemen-elemen SPI.

12. Penetapan dan keputusan

a. Menetapkan apakah laporan keuangan dapat diaudit

b. Menetapkan tingkat risiko pengendalian yang didukung oleh pemahaman yang diperoleh

c. Menetapkan apakah diharapkan tingkat risiko pengendalian yang lebih rendah dapat didukung

d. Memutuskan tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan yang pantas untuk digunakan.

13. Risiko penemuan dan rencana pengujian atas saldo laporan keuangan

Jika tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan ada dibawah maksimum, hal ini akan didukung oleh pengujian atas pengendalian yang spesifik. Penetapan ini kemudian dikaitkan dengan tujuan spesifik audit untuk akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi utama. Tingkat penemuan yang sesuai untuk setiap tujuan audit spesifik ditentukan kemudian dengan memakai model risiko audit.

Sumber : https://synthesisters.com/