Prosedur untuk memperoleh pemahaman

Prosedur untuk memperoleh pemahaman

Prosedur untuk memperoleh pemahaman

 Prosedur untuk memperoleh pemahaman

  1. Pengalaman auditor dalam periode sebelumnya atas satuan usaha tersebut
  2. Tanya jawab dengan pegawai klien
  3. Kebijakan dan pedoman sistem klien
  4. Inspeksi dokumen dan catatan
  5. Pengamatan atas aktivitas dan operasi satuan usaha.
  6. Dokumentasi dari pemahaman
  7. Deskripsi naratif adalah deskripsi tertulis dari struktur pengendalian intern klien.
  8. Bagan arus adalah menggambarkan dengan simbol, diagram atas dokumen klien dan urutan arus dalam organisasi.
  9. Kuesioner pengendalian intern yang menanyakan satu rangkaian pertanyaan mengenai pengendalian dalam tiap bidang audit, termasuk lingkungan pengendalian, sebagai alat auditor untuk mengindikasikan aspek struktur pengendalian intern yang mungkin tidak memadai.

16. Penetapan risiko pengendalian

Hal ini biasanya dilakukan terpisah untuk masing-masing jenis transaksi dalam masing-masing siklus operasi.

Identifikasi tujuan audit berkait transaksi yang dinyatakan dalam bentuk umum, bagi masing-masing jenis transaksi utama suatu satuan usaha.

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kebijakan dan prosedur yang berperan dalam pencapaian masing-masing tujuan.

  1. 5 langkahIdentifikasi difisiensi dan evaluasi kelemahan
  2. Identifikasikan pengendalian yang ada
  3. Identifikasikan ketiadaan pengendalian kunci
  4. Tentukan salah saji yang besar dan potensial yang mungkin dihasilkan
  5. Pertimbangkan kemungkinan pengendalian pengganti.
  6. putuskan apakah yang terjadi adalah defisiensi signifikan atau kelemahan material
  1. Pengujian atas pengendalian

Apabila hasil pengujian atas pengendalian mendukung rancangan kebijakan dan prosedur pengendalian seperti yang diharapkan, auditor dapat terus menggunakan tingkat risiko pengendalian seperti yang direncanakan. Akan tetapi, apabila kebijakan dan prosedur tersebut tidak beroperasi secara efektif, tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan tersebut harus dipertimbangkan kembali.

19.Prosedur pengujian atas pengendalian

  1. Tanya jawab dengan pegawai suatu satuan usaha yang tepat
  2. Pemeriksaan dokumen, catatan dan laporan
  3. Pengamatan aktifitas berkenaan dengan pengendalian
  4. Pelaksanaan ulang prosedur klien.
  1. Luas pengujian tergantung kepada tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan.
  1. proses pemahaman strusktur pengendalian dan penilaian resiko
  2. memperoleh pemahaman dokumen dari internal control

naratif (deskripsi tertulis dari pengedalian internal klien), flowchart, daftar pertanyaan internal control

  1. menilai resiko pengendalian

-identifikasi transaksi terkait dngn tujuan audit

– indentifikasi pengendalian terakhir

– asosiasikan pengendalian dngn transaksi yng terkait dng tujuan audit

-identifikasi dan evaluasi defisiensi pengendalian, defisiensi sginifikan, & kelemahan material

  1. mendesain, melakukan dan mengevaluasi uji pengendalian
  2. memutuskan deteksi resiko terencana
  1. Jenis2 opini
  2. a) unqualified opinion : no identified material weakness, no restriction
  3. b) adverse : munculnya kelemahan material
  4. c) qualified or disclaimer of opinion : pembatasan lingkup menyebabkan auditor harus mengeluarkan qualified atau disclaimer opinion
  1. Identifikasi dan diskusi perbedaan yang paling penting dlm evaluasi dll
  2. persyaratan pelaporan
  3. perpanjangan internal control yang dibutuhkan
  4. perpanjangan pemahaman yang dibutuhkan
  5. penilaian resiko pengendalian
  6. perpanjangan tes pemahaman yang dibutuhkan

Baca Juga :