Tawuran Makin Brutal Di Tangsel, Kadindik Dituntut Mundur

Tawuran Makin Brutal Di Tangsel, Kadindik Dituntut Mundur

Tawuran Makin Brutal Di Tangsel, Kadindik Dituntut Mundur

Tawuran antar pelajar di wilayah Tangsel yang mengakibatkan satu pelajar kriti s,

patutdisayangkan. Pemkot harus menjadikan tawuran ini perhatian serius dan bertanggung jawab.

Kejadian ini merupakan pukulan keras dan bukti nyata pemangku kebijakan, dalam hal ini Dindik Kota Tangsel dan Kapolres telah gagal mengemban tugas,” kata peneliti Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH), Suhendar saat dihubungi Kantor Berita RMOLBanten, Rabu (1/8) pagi.

Menurutnya, Dindik Tangsel dinilai belum menerapkan sistem pendidikan yang baik,

sehingga tawuran antar pelajar terus pecah.

“Kebijakan apa yang telah dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan hingga tawuran kembali terjadi. Kurikulum pendidikan apa yang diterpakan hingga siswa begitu beringas dan sadis melukai sesama pelajar,” ungkapnya penuh tanya.

Suhendar pun mempertanyakan kinerja kepolisian dalam mencegah tawuran

. Kata dia, untuk apa ada Polres Tangsel jika tidak bisa mendeteksi peristiwa ini sebelumnya.

“Sebaran anggota polisi banyak, lokasi kejadian tidak jauh dari Mapolres, intel tersebar disemua polsek. Bahkan katanya Polres Tangsel punya unit Viper. Kok bisa terjadi tawuran,” ujarnya lagi.

Suhendar berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Oleh karenanya, dengan segala hormat, kata dia, sebaiknya Kepala Dinas Pendidikan dan Kapolres Tangsel agar mundur dari jabatannya. Berikan kesempatan kepada pejabat lain yang mungkin bisa menciptakan lingkungan pendidikan lebih baik bagi pelajar.

“Kita sedih dan marah, kenapa ini terus terjadi. Sementara di sisi lain ada lembaga negara yang ditugaskan untuk itu, namun tidak mampu mencegahnya,” tandasnya.

Diketahui, Selasa (31/7) sore tawuran pelajar terjadi di Jalan Puspiptek, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel. Pada peristiwa ini satu pelajar luka parah tertusuk benda tajam di bagikan wajahnya

 

Baca Juga :